Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Thursday, 27 April 2023

Movie Review: Khanzab (2023)

 




Assalamualaikum. Tak terlambat lagi untuk aku ucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri. Semoga tahun ini lebaran lebih membawa makna. Amin. Baiklah, kali ini aku nak kongsikan cerita yang aku tunggu-tunggu dari sebelum puasa lagi. 


Sinopsis

Khanzab merupakan film horor Indonesia terbaru yang terinspirasi film pendek ikonis berjudul Makmum (2017). Film ini dibintangi Tika Bravani hingga Yasamin Jasem. Kisah film tersebut mengusung latar peristiwa pembantaian dukun santet di Banyuwangi pada 1988. Kala itu, Rahayu (Yasamin Jasem) yang masih kecil sudah harus menghadapi kenyataan sang ayah menjadi korban.

Ayah Rahayu dituduh sebagai dukun santet. Sehingga, ia dipenggal kepalanya. Sementara itu, Rahayu menjadi trauma berat karena situasi tersebut dan memutuskan pergi meninggalkan Banyuwangi bersama ibu tiri dan adiknya. Mereka pindah ke rumah masa kecil Rahayu di kawasan Jetis. Namun, keluarga Rahayu dipinggirkan karena isu kematian ayahnya menyebar dengan cepat. Dia dan adiknya dituduh anak dukun santet sehingga kerap membuatnya tak nyaman.

Rahayu akhirnya berusaha meringankan beban dalam hati dengan mulai rutin solat. Namun, trauma dan rasa takut masih menguasai dirinya sehingga ibadah Rahayu kerap terganggu.Ia sulit khusyuk saat salat hingga kerap lupa jumlah rakaat maupun bacaan salat. Hal tersebut juga semakin parah ketika Rahayu sadar bahwa ada jin yang mengganggu ibadahnya. Jin bernama Khanzab itu selalu mengganggu Rahayu ketika solat sehingga sulit berkonsentrasi. Ia juga mengalami serangkaian teror mengerikan yang tak lepas dari kejadian-kejadian di masa lalu.

Pelakon

Film ini dibintangi Yasamin Jasem, Tika Bravani, Arswendy Bening Swara, Munggaran, Vonny Anggraini, Rizky Hanggono, hingga Fuad Idris.


Review

Cerita ni aku baru tengok pagi tadi. Aku pergi dengan adik aku. Sebenarnya, aku lebih aim nak tengok cerita ni berbanding cerita Sewu Dino. Bagi aku, cerita dia tak lari jauh dengan konsep cerita Makmum. Cuma cerita ni ada sikit plot twist dan juga sound dia banyak yang jumpscare bagi aku. Untuk bab rukyah tu, aku lebih sarankan tengok cerita Qodrat, sebab dia lebih guna ayat Al-Quran. Yang ini bukan tak best, tapi dia tak guna sepenuhnya. Hanya guna ayat Kursi saja.  Aku cuma kesian dengan Rahayu dalam cerita ni sebab terpaksa kehilangan orang yang dia sayang. Dalam sekelip mata saja. 

Cerita ni dia tak banyak tau scene darah-darah semua. Jadi, kepada yang tak suka cerita yang ada unsur thriller, aku rasa sesuai. Dia cuma ada scene rukyah dan jugak flashback. 

Secara keseluruhannya, aku boleh bagi 7/10. Bagi aku best jugak untuk ditonton. 




Sunday, 22 January 2023

Movie Review: M3GAN (2022)







M3GAN is a 2022 American science fiction horror film directed by Gerard Johnstone, written by Akela Cooper from a story by Cooper and James Wan (who also produced with Jason Blum), and starring Allison Williams and Violet McGraw, with Amie Donald physically portraying M3GAN and Jenna Davis voicing the character. Its plot follows the eponymous artificially intelligent doll who develops self-awareness and becomes hostile towards anyone who comes between her and her human companion.

Synopsis

A young girl named Cady and her parents are involved in a car accident, leaving Cady an orphan. Cady is sent to live with her aunt Gemma, a roboticist at the high-tech Seattle toy company Funki. Gemma is developing M3GAN (Model 3 Generative Android); a life-sized humanoid robot doll powered by artificial intelligence, designed to assist in caretaking duties and being a loyal companion to the child to whom it is assigned. After a faulty test before her boss David, Gemma is ordered to drop the project.

Gemma and Cady struggle to adapt to their new living situation, as Gemma is a workaholic by nature and doesn’t have time to bond with Cady. When Cady discovers Bruce, a motion capture robot that Gemma created, she expresses a wish for a similarly complex toy, which propels Gemma to complete the M3GAN project. The finished model is formally paired with Cady, and David becomes convinced of the project's potential for success after observing the pair. M3GAN exceeds expectations as a friend and largely takes over for parenthood duties and emotional support, to the point that Gemma's colleagues, and Cady's therapist Lydia, in particular, become concerned about Cady creating an extremely strong emotional attachment to M3GAN. In addition, being designed to self-improve and adapt, M3GAN starts operating more independently and targets anything that she deems a threat to Cady. She kills the dog of Gemma's neighbor Celia after it bites Cady. Later, she tears off the ear of Cady's bully Brandon and chases him before he trips and falls in the path of an oncoming car, which fatally runs him over.

After Celia aggressively confronts Gemma, Cady, and M3GAN, blaming them for her missing dog, M3GAN kills Celia by spraying her with garden chemicals and shooting her with a nail gun. Gemma becomes suspicious of M3GAN and attempts to check her video logs to see if she was involved in the deaths. When she finds the files corrupted or erased, Gemma turns M3GAN off and takes her to her colleagues Tess and Cole to fix her. Cady responds violently, lashing out due to her attachment to M3GAN. Gemma tries to apologize for her absence as a parent and tells Cady that M3GAN is a distraction from coping with the difficult loss of her parents, not a solution.

While M3GAN wins over Funki's investors and convinces them to release a worldwide campaign in advance of her release, Gemma, Tess and Cole decide to try to terminate M3GAN due to her volatile and violent tendencies. Tess and Cole attempt to shut down M3GAN while Gemma takes Cady home, but M3GAN attacks Cole by hanging him with a chain. While Tess frees Cole, M3GAN causes an explosion in their lab and then shuts off the alarm. On her way out of the building, M3GAN kills David and his assistant Kurt with the blade of a guillotine paper cutter in an elevator, staging it as a murder-suicide. She then steals a car and drives back to Gemma's house.

M3GAN confronts Gemma, adamant about taking over as Cady's sole parental figure. Gemma attempts to shut M3GAN down again, but M3GAN overpowers her and threatens to paralyze her so she will be unable to care for Cady. Watching the fight unfold, a horrified Cady uses Bruce to tear M3GAN apart.

However, M3GAN's head and arms remain active, and she attempts to kill Cady for the betrayal. Gemma exposes a processing chip in M3GAN's head, which Cady stabs with a screwdriver, rendering M3GAN's body lifeless.

With M3GAN seemingly destroyed, Gemma and Cady go outside as the police arrive with Tess and Cole. As they leave the house, M3GAN, having taken over Elsie, Gemma's virtual assistant and smart home operator, turns a camera to watch them.

Cast

Allison Williams as Gemma
Violet McGraw as Cady
Amie Donald as M3GAN
Jenna Davis as the voice of M3GAN
Jen Van Epps as Tess
Brian Jordan Alvarez as Cole
Jack Cassidy as Brandon
Ronny Chieng as David Lin
Amy Usherwood as Lydia
Lori Dungey as Celia
Stephane Garneau-Monten as Kurt
Arlo Green as Ryan
Kira Josephson as Ava

Review

Aku sebenarnya tak tahu nak pilih cerita apa semalam nak tengok dekat wayang. Jadi aku pilih cerita ni. Sebab aku tengok dia macam ala-ala cerita Chucky. 

Cerita dia best jugak, tak adalah menakutkan macam cerita Chucky. Scene darah-darah pun tak adalah banyak sangat. Jadi aku boleh tengok tanpa rasa bersalah haha. Cuma ada scene keganasan sikit, macam pukul-pukul, tarik rambut macam tu lah. Sebab tu cerita ni aku rasa sepatutnya kena P18. Bukan P13. 

Tapi mungkin sebab cerita ni tak ada unsur mencarut yang keterlaluan, aku rasa macam tak ada langsung, mungkin sebab itulah diorang letak cerita ni sebagai P13. 




Ada sikit jumpscare, nasib baiklah tak terlalu kuat haha. Kalau tak, memang sakit jantung dah aku. Kesimpulannya, cerita ni aku bagi 7/10. Boleh lah untuk raso-raso. Aku faham perasaan Cady yang kehilangan mak ayah dan perlukan kawan. Kalau aku jadi Cady pun aku perlukan seseorang yang nak dengarkan kisah aku. 

Jadi M3GAN dekat sini ambil peranan sebagai sahabat yang baik. Terharu sebab berjaya pujuk Cady daripada terus bersedih. Part ni, aku rasa sedih sikit. Terharu sebak pun ada. Cuma, M3GAN selama-lamanya tak boleh ambil peranan sebagai seorang manusia, sebab dia hanya robot. Dia tak ada perasaan. 




Kalau korang nak tengok cerita ni, aku sarankan korang pergilah. Tak rugi pun. Hehe. Okeylah setakat ini saja post aku kali ni. Bye!

Friday, 13 January 2023

Movie Review: Orphan First Kill (2022)




Orphan: First Kill adalah film horror/thriller Amerika Serikat tahun 2022 yang disutradarai William Brent Bell dari naskhah yang ditulis David Coggeshall. Film ini adalah prekuel dari Orphan (2009). Produser Alex Mace dan produser eksekutif David Leslie Johnson-McGoldrick masing-masing menjadi penulis cerita dan penulis naskah dari film aslinya. Isabelle Fuhrman kembali melakonkan Esther serta Julia Stiles dan Morgan Giraudet turut membintangi film ini. Film ini diproduksi oleh Paramount Players, Dark Castle Entertainment, Entertainment One, dan Sierra/Affinity.

Pelakon

Isabelle Fuhrman sebagai Leena Klammer / Esther

Morgan Giraudet sebagai James Klammer

Rossif Sutherland

Matthew Finlan sebagai Gunnar

Hiro Kanagawa sebagai Donnan

Julia Stiles


Sinopsis

Pada 26 Januari 2007, pesakit psikiatri Estonia Leena Klammer, seorang wanita berusia 31 tahun dengan gangguan hormon jarang dipanggil hypopituitarism yang memberikannya rupa seorang kanak-kanak berusia 9 tahun, mengatur pelarian dari Institut Saarne dengan menggoda dan membunuh seorang pengawal dan bersembunyi di dalam kereta Anna, seorang ahli terapi seni. Selepas memecah masuk ke rumah Anna dan membunuhnya, Leena mencari gadis Amerika yang hilang dan mendapati bahawa dia mempunyai persamaan dengan seorang gadis bernama Esther Albright, yang hilang pada tahun 2003. Kemudian, menyamar sebagai seorang gadis yang hilang, Leena didatangi oleh seorang pegawai polis Rusia dan memperkenalkan dirinya sebagai "Esther", mendakwa bahawa ibu bapanya berada di Amerika Syarikat.

Di Darien, Connecticut, artis kaya Allen Albright dan isterinya, dermawan Tricia, yang sejak itu bersetuju dengan kehilangan anak perempuan mereka, dimaklumkan oleh Detektif Donnan bahawa "Esther" telah ditemui. Tricia pergi ke kedutaan A.S. di Moscow di mana dia bertemu semula dengan Esther. Tricia membawa Esther pulang dan serta-merta mula berasa ragu-ragu apabila dia menyedari bahawa Esther telah melupakan kematian neneknya atau kemahiran melukisnya telah meningkat dengan pesat berbanding sebelum dia menghilang. Leena semakin menyayangi Allen selepas mereka berdua mula terikat dengan kemahiran melukis mereka dan cuba memisahkannya daripada Tricia.

Semasa Tricia dan Allen menghadiri gala amal yang dihoskan oleh Tricia, Donnan tiba di rumah dan mencuri rekod vinil dari bilik Esther yang mempunyai cap jari Leena di atasnya. Dia membawanya pulang ke rumahnya, tidak menyedari bahawa Leena telah mengikutinya, dan menganalisis cap jari untuk mendapati ia bukan padanan. Leena menyerang Donnan sebelum Tricia tiba, setelah mengikut Leena. Yang mengejutkan, Tricia menembaknya mati. Tricia mendedahkan bahawa dia tahu Leena bukan Esther, yang meninggal dunia empat tahun sebelumnya semasa pertengkaran dengan anak lelaki Tricia, Gunnar, yang Tricia tutup tanpa pengetahuan Allen. Leena mendedahkan identiti sebenar kepada Tricia, dan kedua-duanya kemudian membuang mayat Donnan ke dalam bilik bawah tanah tempat Esther dikebumikan dan membingkai kehilangannya sebagai perjalanan bercuti dengan memalsukan e-mel ke balai polis.

Mengetahui bahawa ia akan menjadi terlalu mencurigakan jika "Esther" hilang semula, Tricia bersetuju untuk meneruskan tindakan Leena demi Allen, dan Leena dan Tricia tetap berjaga-jaga antara satu sama lain. Tricia akhirnya cuba meracuni Leena semasa makan malam, tetapi Leena enggan makan makanan itu dan meminta maaf. Leena menyuapkan makanan kepada tikus yang tinggal di dalam biliknya dan kemudian mendapati tikus itu mati akibat termakan makanan beracun. Leena membalas dengan membuat smoothie hijau yang dicampur dengan bangkai tikus untuk Tricia. Allen mendedahkan dia akan pergi ke bandar untuk bertemu tentang galeri seni yang berpotensi. Di stesen kereta api, Leena cuba membunuh Tricia dan Gunnar dengan menolak mereka di hadapan kereta api, tetapi percubaannya diganggu secara tidak sengaja oleh penumpang yang lalu lalang. Dengan Allen pergi, Leena cuba melarikan diri dengan mencuri kereta Tricia, tetapi dia segera ditemui oleh seorang pegawai polis.

Malam itu, Leena dibawa pulang ke rumah Albright dan Tricia dan Gunnar akhirnya memutuskan untuk membunuh Leena. Tricia cuba untuk membunuh diri, tetapi Leena melawan dan melarikan diri sebelum Gunnar melemparkannya ke bawah tangga. Terganggu dengan panggilan telefon daripada Allen, yang akan pulang ke rumah, Tricia dan Gunnar mencari Leena apabila dia hilang. Leena menembak Gunnar dengan panahan silang, kemudian menikamnya hingga mati dengan pedang pagarnya. Tricia dan Leena yang marah bergaduh di dapur, secara tidak sengaja menyebabkan rumah itu terbakar dalam proses dan pasangan itu melarikan diri ke bumbung apabila Allen pulang ke rumah.

Tricia dan Leena kedua-duanya tergelincir dan akhirnya berpaut pada bumbung, memohon Allen untuk menyelamatkan mereka, dengan Leena mendakwa Tricia menyerangnya, dan Tricia cuba mendedahkan kebenaran tentang Leena. Tidak dapat menyelamatkan mereka berdua, Allen memilih untuk membantu "Esther", menyebabkan Tricia kehilangan cengkamannya dan terjatuh sehingga mati. Allen kemudian memeriksa wajah Leena, yang menyebabkan gigi palsunya gugur. Menyedari dia bukan Esther, Leena cuba mempertahankan dirinya dengan mengatakan "dia melakukannya untuk mereka" dan bahawa dia "mencintai Allen", hanya untuk Allen memanggilnya "raksasa". Marah, dia menolaknya dari bumbung hingga mati. Leena kemudian berpakaian sebagai "Esther" dan meninggalkan rumah yang terbakar selepas membersihkan darah di mukanya.

Kemudian, "Esther" dipindahkan ke rumah anak yatim di mana dia menunggu keluarga baru untuk mengambilnya sebagai anak angkat.


Review

Cerita ni aku dah tengok tahun lepas. Aku ada tengok Orphan (2009) masa PKP dulu. Serious mind blowing dan aku tak terfikir pun bagaimana seorang budak yang begitu genius menyusun plot pembunuhan. Rupa-rupanya dia bukanlah seorang budak biasa. 

Sebab Esther dalam cerita tu tersangatlah comel. Jadi, aku tak terfikir pun dialah yang punca segala kematian tersebut. 


Kepada yang baru pertama kali nak tonton cerita ni, aku sarankan korang tengok cerita Orphan: First Kill dulu, lepas tu korang boleh proceed tengok Orphan pulak. Sebab cerita Orphan First Kill ini dia lebih kepada awal-awal bagaimana Lenna tu tukar nama dia sebagai Esther. 

Kalau korang tengok cerita Orphan saja, korang tak akan faham sikit sebab cerita tu dia ada flashback. Tapi tak banyak. Muka Esther dalam cerita ni tak banyak berubah. Cute saja. 


Kepada yang takut tengok darah, korang boleh skip saja part tu, sebab memang ada scene darah-darah. Aku mula-mula tengok pun aku rasa pening. Haha. Over all, cerita ni sangat best, dan pengajaran dia dekat sini, kita tak boleh percayakan sangat orang luar datang masuk keluarga kita. Sebab kita tak tahu apa agenda dia nak buat. 

Mak kepada Esther tu punyalah rindu anak dia, tapi yang dia dapat bukanlah Esther, sebaliknya Lenna. Sebenarnya ada plot twist di sini kerana mak Esther tulah yang bunuh anaknya sendiri. Dan dia mengharapkan Esther tu tak kan hidup balik. Tapi, memandangkan ayah Esther tu terlalu sayang pada Esther, dia sanggup mencari sampailah terjumpa Lenna yang menyamar menjadi Esther. Gila kan dia punya twist! Aku pun sampai tak boleh brain kenapa mak Esther tu tergamak bunuh anak dia sendiri weh!

Okeylah, sekian saja entri kali, korang cubalah tengok cerita ni. Best!

Tuesday, 3 January 2023

Movie Review: Mechamato (2022)

 



Mechamato Movie ialah sebuah filem komedi aksi animasi komputer Malaysia 2022 dan prekuel kepada siri animasi Mechamato: The Animated Series. Dihasilkan oleh Animonsta Studios dan diedarkan oleh Astro Shaw, filem ini diarahkan oleh Nizam Razak dan dibintangi oleh Armand Ezra, Adzlan Nazir, Fadhli Mohd Rawi, Ielham Iskandar, Marissa Balqis, Fazreen Mohd, Hazzley Abu Bakar, dan Feroz Faizal. Filem ini mengikuti pertemuan pertama Amato dengan MechaBot dalam kapal angkasa penjara yang terhempas di mana Amato akhirnya menjadi tuan baharu MechaBot, menyebabkan mereka dikejar oleh Grakakus, makhluk asing yang jahat.

Pada mulanya diumumkan untuk tayangan 2021, filem ini telah ditangguhkan beberapa kali disebabkan oleh pandemik COVID-19. Hal ini menyebabkan siri animasi dikeluarkan sebelum filem ini. Tayangan filem ini diumumkan secara rasmi pada September 2022.

Mechamato Movie mula ditayangkan di Malaysia dan Brunei pada 8 Disember 2022.


Sinopsis 

Seorang budak lelaki bernama Amato menemui robot berkuasa MechaBot selepas sebuah kapal angkasa misteri terhempas di Bumi. Amato kini boleh menggunakan keupayaan istimewa MechaBot untuk Mechanize objek biasa menjadi peranti berteknologi tinggi kerana kejayaannya mengakali robot tersebut dan menjadi tuannya. Tanpa diketahuinya, makhluk asing sibernetik Grakakus sedang mengejar MechaBot dan tidak akan berhenti untuk mendapatkannya untuk tujuan jahatnya sendiri.

Pelakon suara

Armand Ezra sebagai Amato / Mechamato

Adzlan Nazir sebagai MechaBot

Fadhli Mohd Rawi sebagai Grakakus

Ielham Iskandar sebagai Pian

Marissa Balqis sebagai Mara

Fazreen Mohd sebagai Tok Sah

Hazzley Abu Bakar sebagai Datuk Bandar Andy

Feroz Faizal sebagai Encik Aman dan Troket

Syabil Syamin sebagai Deep

Anas Abdul Aziz sebagai Aba

Siti Salwa Samsudin sebagai Umi

Nizam Razak sebagai Bago Go dan Bula

Azrul Fazlan Hamdan sebagai Bili


REVIEW


Secara keseluruhan, aku suka movie kali ini. Walaupun aku bukanlah peminat setia Boboiboy ke Mechamato ke ataupun Ejen Ali. Tapi setiap kali movie seperti ini ditayangkan dekat pawagam, mesti aku tak melepaskan peluang untuk tengok. Apa salahnya kan kita support karya tempatan. 

Aku suka dengan plot dia, ada lawak sikit, taklah bosan. Aku pergi dengan sepupu aku, rata-ratanya sangat seronok. Sebab bahasa dia amat mudah difahami, budak yang berumur 3 tahun pun tengok tau. Jadi, penggunaan bahasa yang baik boleh mereka adaptasi dalam kehidupan seharian. 

Elemen silat dalam cerita ni memang best lah. Jarang-jarang kita ketengahkan seni warisan budaya negara kita. Apa salahnya kali ini kita tonjolkan apa yang ada, bagi semua negara tahu bahawa negara Malaysia ini kaya dengan seni warisan Melayu. Part dia berlawan pakai silat tu aku kagumlah! Nak repeat lagi tau. 


Part paling kelakar, Amato ni benda yang tak jangka pun dia nak Mechanize. Bila dah dalam keadaan terdesak, batang penyapu ke batang mop pun kau boleh nak Mechanize haha. Tapi, pengakhiran movie ni bagi aku puas. Yang jahat dapat balasannya. 

Okeylah, kepada yang nak tengok cerita ni, korang boleh ke pawagam sekarang tau! Nanti dah tak tayang, rugi pulak. 

Bye!

Movie Review: Qodrat (2022)

 


Qodrat ialah sebuah filem seram aksi keagamaan Indonesia pada 2022 yang diarahkan Charles Gozali. Filem yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sebagai watak utama ini ditayangkan di pawagam Indonesia bermula 27 Oktober 2022. 


Sinopsis

Berpuluh-puluh tahun lalu, Ustaz Qodrat (Vino G. Bastian) selaku pemilik ilmu ruqyah gagal merawat anaknya sendiri, Alif Al-Fatanah (Jason Bangun) yang dirasuki suatu syaitan bernama Assuala. Qodrat pun memutuskan untuk pulang ke pesantren asalnya. Namun, ketika sampai di sana, Qodrat jatuh kebingungan kerana pesantren tersebut diisi gangguan-gangguan yang tak dapat dijelaskan. Hal ini mengakibatkan Qodrat perlu meruqyah Alif Amri (Keanu Azka), anak bongsu Yasmin (Marsha Timothy), yang memiliki nama sama dengan arwah anaknya. 

Pelakon

Vino G Bastian sebagai Ustaz Qodrat

Marsha Timothy sebagai Yasmin

Maudy Effrosina sebagai Asha

Randy Pangalila sebagai Zafar

Cecep Arif Rahman sebagai Rochim

Keanu Azka Briansyah sebagai Alif Amri

Jason Bangun sebagai Alif Al Fatanah

Pritt Timothy sebagai orang tua di sel

Whani Darmawan sebagai warden dirasuk

Agla Artalidia sebagai Tanti

Adelheid Bunga sebagai Jihan

Rezca Syam sebagai Ilham Amri

Eduwart Manalu sebagai Suami Tanti

Ricky Saldan sebagai Kobar

Yayu Unru


REVIEW

Secara jujurnya, ini merupakan movie yang best pernah aku tengok dekat wayang selain Munafik. Aku pun baru tahu bahawa terdapat jin yang bernama Assuala. Sebelum ni, aku tak pernah dengar pun. Aku beli tiket wayang ni pada waktu pagi. Dan dapatlah harga dalam RM12 macam tu. Aku pergi tengok bersama-sama dengan adik dan sepupu. Disebabkan sepupu aku tu masih bawah umur 12 tahun, kenalah pilih seat depan jugak. Dekat dengan speaker. 

Pada permulaan cerita, diorang ada mention cerita ni guna ayat ruqyah yang betul tau. Aku ni berdebar-debar pulak incase nanti ada sesuatu yang terjadi dekat dalam wayang. Dah lah aku ni mana reti nak berubat orang. Agak ramai jugak yang tengok selain dari kami. Satu seat tu penuh sebaris penonton India. Aku pun tabiklah, diorang tengok jugak cerita-cerita macam ni. 


Aku tak sempat langsung nak betulkan seat, dah datang jumpscare. Nasib tak luruh jantung tau haha. Yang paling aku tak boleh brain, kalau korang ada takut darah ke, jenis-jenis genre thriller ke, better korang tutup je mata. Sebab cerita ni ada scene darah-darah, potong tangan. Aku pun tahan je nafas jangan bagi rasa nak pitam. Banyak darah woiii haha. 

Dan cerita ni, ada sedikit pengajaran dekat situ. Kau jangan fikir kawan baik kau tu seorang yang baik sampai mati. Aku dekat sini tak sangka, kawan baik Ustaz Qodrat tu sendiri yang puja Assuala. Sebab dia nak kan kekayaan. Dia ruqyah orang, tapi dia mintak duit, mintak jual apa sahaja. Kampung tu pulak dah jadi padang jarak padang tekukur dah. Akhirnya, aku puas sebab Ustaz Qodrat dapat tahu jugak kawan dia punya kerja. 


Tengok dekat ending, katanya akan ada lagi season 2. Mesti dia nak cari siapa pembunuh isteri dia. Kali ni Ustaz Qodrat berjaya cari pembunuh anak dia. Kena tunggu season 2 lah, baru boleh tahu siapa dalangnya pulak. Bagi aku, cerita ni best. Kau tak kan sempat langsung nak pergi tandas ke apa, sebab plot dia okay. Tak slow. 

Aku harap cerita ni diorang akan tayang dekat tv. Berbaloi untuk korang tengok. Cerita ni jugak ceritakan keindahan Islam dan jugak akidah kita sebagai orang Islam. Sentap jugak bila kawan Ustaz Qodrat ni bercakap, 

"Kita sebut asma Allah, tapi sejauh mana kita pertahankannya?" 

Menusuk kalbu weh! 

Okeylah, setakat ini sahaja entri kali ini. Inshallah, akan aku post lagi tentang movie yang aku dah tengok masa dekat wayang tahun lepas. Sebenarnya banyak saja, tapi tulah, tak terpost lagi pun. Bye!

Tuesday, 28 June 2022

Movie Review: Mat Kilau: Kebangkitan Pahlawan (2022)

 



Synopsis

Mat Kilau

Mat Kilau, Tok Gajah and other Malay warriors rose up to fight against the British colonisers who occupied Pahang in the 1880s. The British had raked the lands of its riches for their own gain and interfered with the religion and customs of the Malays. Watch the bravery and sacrifices of the warriors in defending their beloved land and people.


Language: Malay

Subtitle: English / Malay

Classification: P13

Release Date: 23 Jun 2022

Genre: Action / Biography / Drama

Running Time: 1 Hour 58 Minutes

Distributor: Skop Production

Cast: Adi Putra, Beto Kusyairy, Fattah Amin, Johan As'ari

Director: Syamsul Yusof

Format: 2D


REVIEW

Aku sebenarnya nak cuba tengok filem lain dulu dekat wayang. Tapi dah maksu aku ajak nak tengok Mat Kilau, aku pun tak sampai hati pulak nak tolak kan, haha. Aku pun iyakan sajalah. Kami tengok berenam. Dengan anak maksu sekali. Budak kecik boleh tengok ya. Janji kena ada spare makanan dengan air. Takut meragam pulak. 

Sepanjang filem ni berlangsung, memang aku rasa tak cukup tau dua jam tu. Lebih-lebih lagi bila part berlawan-lawan tu. Fuh! Walaupun bagi aku agak rushing sikit, tapi dia punya shot tu cantik sangat. Aku suka dengan gaya penceritaan dia. Ada part sedih jugak gais. Aku tak boleh nak tengok anak-anak, orang tua mati kena bunuh macam tu je. Sebab nak mempertahankan negara daripada penguasaan British waktu tu. 

Korang bayangkanlah orang zaman dulu nak mempertahankan tanah yang diorang pijak. Jangankan kita sampai dijajah semula. Ni lah semangat patriotisme yang kita nak. 

Aku sangat suka dengan watak Awang dalam cerita ni, mula-mula aku terfikir adakah dia yang jahat, rupanya dia ada sebab buat macam tu. Macam ada plot twist sedikitlah dalam cerita ni. Korang pun tak terfikir akan ada gunting dalam lipatan dalam filem ni. Aku pun agak terkejut jugaklah. 


Part yang paling aku suka adalah, diorang berlawan dengan silat tau. Zaman dulu terkenal dengan silat. Aku suka ketangkasan diorang menentang musuh dengan silat ni. Walaupun diorang tak banyak senjata hebat, namun keyakinan pada Allah lah yang diorang pegang, diorang dapat mengusir Inggeris keluar dari tanah diorang. 

Aku tak nak bagi spoiler banyak tau, kalau korang nak tengok, korang boleh tengok dekat pawagam yang berdekatan dengan korang sekarang. Pengarah cakap, filem ni tak kan keluar di Astro First, so sila pergi pawagam ya. Sokong filem lokal kita. Kalau berkualiti, apa salahnya kan?

Sekian sahaja entri aku kali ini

Tuesday, 21 June 2022

Movie Review: KKN Di Desa Penari (2022)

 



KKN di Desa Penari adalah filem seram Indonesia tahun 2022 yang diarahkan oleh Awi Suryadi berdasarkan cerita viral berjudul sama karya SimpleMan. Film produksi MD Pictures serta Pichouse Films ini dibintangi oleh Tissa Biani, Adinda Thomas, dan Achmad Megantara. KKN di Desa Penari tayang perdana di bioskop Indonesia pada 30 April 2022. Film ini sempat dijadualkan akan tayang pada 19 Mac 2020 dan 24 Februari 2022. Namun, keduanya dibatalkan kerana pandemik Covid-19.

Sinopsis 

Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha) melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil. Namun, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa desa yang mereka pilih bukanlah desa biasa. Encik Prabu (Kiki Narendra), ketua kampung telah memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gapura terlarang. Beberapa hari di desa tersebut, mereka mulai merasakan keanehan. Bima mengalami perubahan sikap dan program KKN mereka akhirnya berantakan.

Mereka pun mendapatkan teror sosok penari misterius menyeramkan. Mereka meminta bantuan Mbah Buyut, dukun setempat. Sayangnya, mereka terancam tidak bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan desa penari tersebut. 

Pelakon

Tissa Biani sebagai Nur
Adinda Thomas sebagai Widya
Achmad Megantara sebagai Bima
Aghniny Haque sebagai Ayu
Calvin Jeremy sebagai Anton
M Fajar Nugraha sebagai Wahyu
Kiki Narendra sebagai Pak Prabu
Aulia Sarah sebagai Badarawuhi
Aty Cancer sebagai Bu Sundari
Diding “Boneng” Zeta sebagai Mbah Buyut
Dewi Sri sebagai Mbah Dok
Andri Mashadi sebagai Ilham

REVIEW

Filem ni aku tengok masa nak dekat-dekat habis waktu tayangan dah. Aku malas nak tengok awal-awal, mesti wayang tu dah penuh. Jadi, lebih baik aku tengok bila orang pun dah makin sikit. Aku pun bukan jenis berebut nak tengok awal-awal, haha. 

Oh ya, cerita ini untuk yang peminat seram seperti filem Munafik tu aku rasa mesti korang tak akan feel seram tu, sebab cerita ni bukanlah cerita yang macam tu. Still ada jumpscare, tapi tulah, dia tak banyak. Ada part lawak jugak. So, korang kalau nak tengok, taklah rasa hambar. Cuma aku rasa kecewalah sebab part yang Nur jumpa pak cik tua tu diorang cut. Sedangkan bagi aku, tak menjadi kesalahan pun kalau cut part tu. 

Aku tak kisah pun kalau diorang cut mantera ke, adegan yang tak sepatutnya ke sebab kategori filem ni P13, tapi aku masih tak faham kenapa perlu cut part Nur jumpa orang tua tu? Patutlah aku rasa pelik, dekat fyp Tiktok banyak je ada, tapi bila dah sampai Malaysia, dia tak ada pulak. Aku jadi sedih kejap haha. Iyalah, sebab aku bayar kot. Tapi tak mengapalah, kalau nanti ada versi full, aku akan tengok balik. Cuma nanti aku tak tengoklah nanti part yang pelik-pelik tu. Kalau tak ada yang tu pun aku faham dah jalan cerita. 

Part yang aku rasa aku ada feel seram tu, bayangkan, korang masuk alam bunian, tapi korang tak dapat balik, ha begitulah. Sebab dunia diorang dengan dunia kita berbeza. Jadi sebab itulah kalau korang masuk ke dalam hutan, jangan celupar. Aku pernah je hiking masuk dalam hutan, ada banyak persoalan tapi aku banyak diam je. Nak cakap pun, biar dalam hati. 



Aku terkilan jugak sebenarnya kalau aku jadi Nur. Bayangkan kau nak fix semua benda, tapi dah terlambat. Kawan-kawan kau pun dah tak dapat balik dah. Menyesal pun tak berguna. Tapi, aku tak salahkan Nur 100%. Kawan-kawan Nur pun patut peka dan tahu tempat sebegitu ada pantang larang, tak boleh buat sesuka hati huhu. Nanti memakan diri sendiri. 

Aku masih menunggu cerita ni ada yang upload, sebab aku boleh tengok lagi. Rating aku bagi 7/10. Korang dah tengok? Korang boleh komen tau. Aku nak tahu jugak pendapat korang suka ke tak cerita ni. 

Terima kasih tau sudi singgah. 

Monday, 4 April 2022

Movie Review: Morbius (2022)

 




Assalamualaikum semua. Akhirnya aku berkesempatan jugak untuk tengok filem Marvel yang terbaru ni. Filem ni baru ditayangkan di pawagam dan masih berjalan ya. Tak silap aku, filem ni keluar dalam hari Khamis minggu lepas tu. Jadi, korang masih ada masa untuk tengok. Aku sarankan korang ambiklah tiket waktu pagi, sebab aku beli tiket dalam RM10 sahaja. Kalau beli tiket waktu petang, alamatnya memang RM18 lebih lah, tak termasuk popcorn lagi tu huhu. 

Trivia Filem

Directed by Daniel Espinosa
Written by Matt Sazama, Burk Sharpless
Based on Marvel Comics
Produced by Avi Arad, Matt Tolmach, Lucas Foster

Starring
Jared Leto
Matt Smith
Adria Arjona
Jared Harris
Al Madrigal
Tyrese Gibson

Cinematography Oliver Wood
Edited by Pietro Scalia
Music by Jon Ekstrand
Production companies: Columbia Pictures, Marvel Entertainment, Arad Productions, Matt Tolmach Productions
Distributed by Sony Pictures Releasing

Release dates
March 10, 2022 (Plaza Carso)
April 1, 2022 (United States)

Running time: 104 minutes
Country: United States
Language: English
Budget: $75–83 million
Box office: $84 million


Sinopsis

Filem ini mengisahkan Michael dan juga kawannya Lucian ( yang juga dipanggil Milo) menghidap penyakit yang sehingga kini masih belum sembuh. Michael terpaksa hidup dengan menukar darah setiap hari. Milo juga akui, dia sudah bosan dengan sakit yang dihidapi. Michael sejak kecil seorang yang bijak dan dia akhirnya berjaya menjadi doktor. Sudah berapa kali ujikaji yang dijalankan untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi gagal. Michael cuba menyatukan DNA kelawar dengan manusia supaya tubuh manusia dapat menerimanya. 

Ujikaji tersebut berjaya, namun dirinya tidak dapat mengawalnya. Setiap 6 jam dia perlu meminum darah tiruan manusia supaya dia dapat hidup. Sekiranya tidak, dia akan dying. Makin lama, jangka masa hayat untuk meminum darah makin singkat. Daripada 6 jam kepada 4 jam sahaja. Michael jugak berubah menjadi raksasa yang menakutkan sehingga dia membunuh kesemua mangsa yang ada di situ. 

Michael dimasukkan ke dalam penjara akibat tuduhan membunuh, sahabatnya Milo datang dan dia sudah meminum serum ujikaji yang telah dibuat oleh Michael sebelum ini. Milo sangat gembira kerana dia dapat kembali hidup normal tanpa duduk di katil sepanjang hari. Akibatnya, ramai manusia terbunuh setiap hari. Milo juga membunuh doktor yang merawatnya sepanjang dia sakit. Dia juga mencederakan rakan baik Michael, iaitu Martine. 

Michael tak ada pilihan lain selain membunuh Milo, jika tidak ramai lagi nyawa yang akan terancam. Kehidupan manusia kembali normal dan Michael menghilang. 

Review

Bagi aku, cerita dia not bad jugak lah. Cara dia perkenalkan watak Michael tu sangat best. Cerita taklah berjalan slow sangat. Dan yang pasti, ada sedikit jumpscare part Michael bunuh jururawat yang bekerja di hospitalnya. Part tu sangat seram weh. 



Secara keseluruhan, cerita dia tak membosankan, sebab ada babak aksi. Cinemagraphy dia jugak sangat cantik. Aku suka. Ni bagi pendapat aku lah. Sejam lebih tu bagi aku tak cukup tau. Ada dia mention dalam ni, mungkin Michael tu adalah Venom. kiranya watak dalam ni sebelum dia menjadi Venom lah. Aku tak sangka jugak sebab yang aku tahu watak Venom tu dia jahat. Sedangkan dalam cerita Morbius ni, dia baik. Terpaksa bunuh kawan sendiri sebab tak mahu kawan dia mencederakan orang lain. 



Rating aku bagi dalam 9/10. Sebab aku suka babak aksi dalam ni. Tak puas tau. Jadi, kalau korang nak tengok filem ni, aku sangat recommend sebab filem ni sangat best. Oh ya, ada jugak dia mention Spiderman. Jadi, cerita ni ada jugak kaitan dengan Spiderman. Maaflah aku tak follow sangat semua cerita Marvel ni. Jadi, aku kurang tahu sangat pengakhiran dia, apa kaitan semua watak tu dalam satu movie. Ha gituh. 

Okeylah, selamat menonton. Nanti bila korang dah tonton, korang kasilah review okay. 

Sunday, 27 March 2022

Movie Review: Don't Breathe 2


Directed by: Rodo Sayagues
Written by: Fede Álvarez, Rodo Sayagues
Based on Characters by: Fede Álvarez, Rodo Sayagues
Produced by: Fede Álvarez, Sam Raimi, Rob Tapert

Starring:
Stephen Lang
Brendan Sexton III
Madelyn Grace

Cinematography: Pedro Luque
Edited by: Jan Kovac
Music by: Roque Baños
Production companies: Screen Gems, Stage 6 Films, Ghost House Pictures, Bad Hombre
Distributed by: Sony Pictures Releasing

Release date: August 13, 2021
Running time: 99 minutes
Country: United States
Language: English
Budget: $15 million[1]
Box office: $47.3 million

Sinopsis

Mengisahkan seorang lelaki tua yang buta tinggal bersama anak angkatnya, Phoenix yang berumur 11 tahun. Lelaki tua itu menjaga Phoenix dengan penuh kasih sayang, namun hakikatnya Phoenix tidak tahu bahawa ayahnya sekarang itu membelanya atas sebab menyelamatkannya daripada cengkaman ayah kandungnya itu yang mahu membunuhnya. 

Nama asal Phoenix adalah Tara. Phoenix terselamat daripada kebakaran rumahnya 8 tahun lalu. Lelaki buta itu membela Phoenix dan menukar namanya untuk mengelakkan daripada nyawa budak itu diambil. Phoenix belajar ilmu mempertahankan diri daripada ayah angkatnya. Hal ini kerana untuk memudahkan dirinya untuk menyelamatkan diri daripada orang jahat. Kehidupan Phoenix tidak seperti kanak-kanak lain. Dirinya selalu rasa terkongkong akibat sikap protective ayahnya. Jadi, Phoenix memutuskan untuk tinggal di sekolah berasrama, namun ayahnya tidak membenarkan dia pergi atas alasan di luar itu tidak selamat. 

Pada malam kejadian, beberapa orang jahat datang ke rumah mereka dan ingin mengambil Phoenix. Phoenix berjaya diambil dan ayahnya berusaha untuk menyelamatkannya. Namun begitu, Phoenix hendaklah mengorbankan nyawanya dengan memberikan jantung kepada ibu kandungnya supaya ibunya boleh hidup kembali. Ibu kandungnya menderita akibat terhidu bahan kimia daripada asap kebakaran 8 tahun lalu. 

Phoenix menjerit dan dia berharap ayahnya dapat menyelamatkannya. Kedua-dua ibu bapa kandungnya mati dan Phoenix terselamat daripada cengkaman orang jahat tersebut. Phoenix berhasil menyelamatkan ayah angkatnya daripada dibunuh oleh orang tua kandungnya sendiri. 

REVIEW: 


Aku baru sahaja tengok movie ini semalam. Bagi aku, movie ini not bad, memang best. Part terkejut itu pun ada jugak ya. Movie ini bagus sebenarnya bagi orang yang ingin belajar untuk menyelamatkan diri daripada orang jahat. 

Namun aku ingatkan korang, movie ini sedikit ada unsur thriller ya, so part yang ada potong tangan, muka terbakar, berdarah-darah itu pun ada. Jadi, aku nasihatkan kalau korang nak tengok, pastikan korang sudah makan ya. Takut nanti terkeluar pulak nasi. Rating aku bagi 8/10. 




Sejujurnya, aku rasa kesian dengan pak cik tua yang buta itu. Anak dia dah mati, jadi dia ambik Phoenix sebagai anak angkatnya. Walaupun dia buta, dia boleh jaga Phoenix dengan penuh kasih sayang tau. Jarang nak tengok peranan bapa sebegini. Part ni aku sebak sikitlah. 

Sanggup dia gadaikan nyawa dia untuk Phoenix. Aku tak boleh brainlah orang yang datang ke rumah diorang ni. Kot ye pun, boleh saja kot berunding dengan pak cik ni elok-elok, tak perlu sampai nak bunuh-bunuh bagai. Trauma budak tu nanti. 


Di pengakhiran cerita, Phoenix memeluk ayah angkatnya. Dia sendiri tak menyangka bahawa ayah dan ibu kandungnya bisa sejahat itu. Sanggup gadaikan nyawa anak sendiri demi kepentingan diri. Kot ye pun, boleh kan guna cara lain, tak kan tak sayang anak kot. 

Selebihnya, aku sarankan korang tengok sendiri movie ini dan nilailah sendiri okey. Setakat ini sahaja entri hari ini. 

Thursday, 10 February 2022

Movie Review: Snow White and The Red Shoes



Directed by : Sung-ho Hong
Written by :Sung-ho Hong

Produced by:
SuJin Hwang
HyungSoon Kim

Starring:
Chloë Grace Moretz
Sam Claflin
Gina Gershon
Patrick Warburton
Jim Rash

Music by:Geoff Zanelli
Production company :Locus Corporation
Distributed by: Next Entertainment World
Release date: July 25, 2019
Running time: 93 minutes
Country: South Korea
Language: English
Box office: $9.7 million

Sinopsis

Putera ini sebenarnya ingin menyelamatkan puteri daripada serangan naga, apabila mereka bertemu puteri, mereka menyangkakan puteri adalah seorang ahli sihir yang jahat kerana puteri tersebut berbadan hijau. Akibatnya, mereka disumpah menjadi pemuda kerdil berbadan hijau. Orang kerdil ingin mencari puteri yang memakai kasut merah untuk memecahkan sumpahan ke atas diri mereka. Sumpahan hanya boleh dipecahkan apabila mereka dapat bertemu seorang puteri yang mencintai mereka dengan tulus. Mereka bertemu dengan Snow White yang ketika itu sangat gemuk dan apabila dia memakai kasut merah itu, dia menjadi puteri yang sangat cantik dan kurus. 




REVIEW*

Cerita ni aku dah tengok masa PKP dulu. Sangat sesuailah untuk tontonan semua sebab ianya kartun kan? Jadi, untuk budak-budak mestilah ada pengawasan ibu bapa, risau jugak kalau ada aksi berperang, melawan-lawan tu. Nanti habis sepah rumah dia buat. Sebab terpengaruh dengan movie ini. Cerita ini bukanlah cerita yang cliche. Alah, macam cerita Snow White tu. Cerita ini ada plot twist. Itu yang membuatkan aku nak tengok. Plot dia not bad, boleh diterima. Aku suka watak-watak yang ada dalam cerita ini. Sangat comel, tambah-tambah putera kerdil hijau itu. Haha. 


Semua putera tersebut akan mencari jalan untuk memikat hati Snow. Tapi siapakah yang berjaya? Ha, korang kena tengok tau cerita ini. 


Rating aku bagi 8/10. Sebab apa, cerita ini agak kelakarlah bagi aku. Aku tengok pun aku tak berhenti gelak. Haha. Kalau korang nak cari cerita yang kelakar,yang tidak berat sangat plot cerita, aku suggestkan korang tengok cerita ini. Tak menyesal punya. 

Okeylah, setakat ini sahaja entry untuk kali ini. 



Tuesday, 25 January 2022

Movie Review: Makmum 2




Makmum 2 adalah sebuah movie horor Indonesia tahun 2021 oleh produksi Blue Water Films dan Dee Company yang diarahkan oleh Guntur Soeharjanto. Movie ini merupakan sekuel dari movie Makmum di tahun 2019 dan diadaptasi dari film pendek karya Riza Pahlevi. 

Movie ini ditayangkan di pawagam Indonesia pada 30 Desember 2021 dan juga ditayangkan di pawagam Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam pada 13 Januari 2022.

Sinopsis

Selepas kematian suaminya, Rini bersama anaknya Hafiz pulang ke kampung kerana ingin melawat dan menguruskan pengebumian makciknya yang baru sahaja meninggal dunia. Kata orang kampung, makciknya menemui ajal akibat pergi ke Hutan Larangan. Rini sama sekali tidak percaya dan akan merungkaikan masalah itu sendiri. Sejak hari pertama kedatangan Rini ke kampung tersebut, pelbagai peristiwa aneh yang berlaku. Antaranya, jin Khanzab iaitu hantu Makmum sering mengganggunya ketika solat seakan-akan mahu memberi petunjuk kepadanya. Keadaan semakin memburuk apabila anaknya, Hafiz hilang dan ditemukan di dalam Hutan Larangan itu. Rini cuba untuk menyembuhkan Hafiz dengan caranya sendiri. 

Para pelakon

Titi Kamal sebagai Rini
Samuel Rizal sebagai  Alif
Pritt Timothy sebagai Pak Ustadz
Kukuh Prasetya sebagai  Pemandu
Marcella Zalianty sebagai Aisyah
Dea Panendra sebagai Lastri
Otig Pakis sebagai Mbah Zahar
Ence Bagus sebagai  Dika
Jason Doulez Beunaya Bangun sebagai Hafiz
Seteng Yuniawan sebagai  Petugas PLN
Fuad Idris sebagai Pak Ajis
Tomo Idris sebagai  Doktor
Misha Jeter sebagai Ningsih
Zayen Aqilah sebagai Budak tempang 
Yusuf Ozkan sebagai Afdal


REVIEW*
Sebenarnya aku sudah lama tonton movie ini dekat pawagam, cuma masih belum berkesempatan untuk review. Movie ini kalau korang tidak menonton Makmum 1 pun tidak mengapa, storyline nya amat berbeza berbanding Makmum 1. Pelakon utamanya masih tidak berubah, namun beberapa pelakon yang asal telah ditukar. Kiranya dalam movie Makmum 2 ini banyak pelakon barulah. 

Movie ini masih lagi ditayangkan di pawagam, jadi jangan lepaskan peluang korang untuk tengok. Bagi aku movie ini ada sedikit elemen keseramannya dan jumpscare pada awal-awal movie. Cuma, aku sedikit tertanya-tanya watak pada akhir movie dan siapa budak pada pertengahan movie tersebut. Masih lagi timbul tanda tanya. Aku harap akan ada terungkailah persoalan itu pada movie yang akan datang. Bahagian jumpscare movie ini aku bagi 7/10 sebab berjaya membuatkan aku terkejut dan masa aku tengok movie ini aku pejam mata jugak lah, mana tahu ada hantu keluar ke kan. 

Namun, apabila sampai ke pengakhiran cerita, bagi aku cerita ini agak dragging dan pengajaran utama cerita ini adalah bersama-samalah menjaga alam sekitar kita kerana makhluk halus di dalam Hutan Larangan itu tidak mahu penduduk menebang pokok yang sudah mereka diami sejak beribu-ribu tahun lamanya. Akibat itu, pembinaan masjid asyik tertangguh kerana di bahagian dindingnya retak terus. Jadi, untuk korang yang nak lihat sendiri movie ini di pawagam, korang boleh pergi di pawagam yang berdekatan. Bagi aku tak salah untuk menonton, cuma janganlah sampai mengganggu diri kita sewaktu solat sudah. 

Sekian sahaja entri untuk kali ini. Nah, aku belanja trailer untuk movie ini





Saturday, 18 April 2020

Movie review : Fantasy Island




Selamat pagi! Semalam baru habis tengok movie dekat web. Search punya search jumpa satu movie yang bergennre fantasi, iaitu Fantasy Island. Tengok dia punya rating taklah tinggi mana, hanya 6/10 saja. Tapi sebab nak tau best ke tak, aku gagahkan jugak tengok movie ni. 

                                                         Fantasy Island poster.jpg

Pengarah : Jeff Wadlow

Release : 2020

Pelakon : Michael Pena, Maggie Q, Lucy Hale, Austin Stowell, Portia Doubleday, Jimmy O. Yang, Ryan Hansen dan Michael Rooker

Genre : Fantasy, Thriller

Review: 
Movie ni bagi aku best. Cuma kita kena banyak berfikir apa yang terjadi lepas tu. Mula-mula tengok memang tak faham apa pun. Bila kita boleh relate dengan scene yang berlaku, baru faham. Plot dan cerita dia mula-mula bagi aku agak slow sebab dia tak cerita apa tujuan diorang pergi ke pulau tu. Nak sampai klimaks cerita nibaru best. Plot twist jangan cakap la, banyak sangat, sampai aku pun pening, haha! Jom tengok sinopsis dia. 

Sinopsis : 

Ahli perniagaan Gwen Olsen, bekas pegawai polis Patrick Sullivan, saudara tiri J. D. dan Brax Weaver, mengganggu Melanie Cole memenangi pertandingan untuk mengunjungi Fantasy Island, sebuah resort tropikal di mana fantasi nampaknya menjadi kenyataan. Setibanya di sana, mereka bertemu dengan "penjaga" pulau itu, Mr. Roarke, dan dibawa ke khayalan mereka: J. D. dan Brax memasuki sambutan di rumah besar. 

Patrick mendaftar dalam perang untuk menghormati arwah ayahnya; Melanie memutuskan untuk membalas dendam terhadap pembuli; dan Gwen menerima lamaran perkahwinan teman lelakinya Alan yang ditolaknya bertahun-tahun yang lalu. Patrick ditangkap oleh sekumpulan tentera Amerika dan menyedari bahawa komander mereka adalah ayahnya dalam misi terakhirnya sebelum mati ketika Melanie memasuki bilik bawah tanah di mana dia menyeksa pembulinya, Sloane Maddison, dengan memuat naik video dalam talian mengenai kecurangan suaminya.

Namun, video lain mendedahkan bahawa Sloane diculik dan dibawa ke pulau itu untuk melakukan fantasi terhadap kehendaknya. Melanie menyelamatkannya dari pakar bedah bertopeng dan mereka melarikan diri. Ketika malam menjelang, kedua-duanya diserang lagi oleh pakar bedah sebelum dia dibunuh oleh Damon, seorang penyiasat swasta yang tinggal di pulau itu. Damon membawa mereka ke sebuah gua, di mana dia menjelaskan bahawa fantasi diciptakan oleh mata air di bawah "hati" pulau itu: batu bersinar yang menunjukkan keinginan terdalam seseorang. Setelah mendedahkan bahawa Roarke mencampurkan air dengan minuman tetamunya, Damon menjelaskan bahawa dia datang ke pulau itu untuk menyiasat sehingga Roarke menawarinya untuk menemui puterinya yang sudah meninggal. Malangnya, khayalannya berubah menjadi mimpi buruk yang menjeratnya di pulau itu. Mereka mengumpulkan air mata air dan terus ke resort untuk mencari telefon untuk mendapatkan pertolongan.

Pada masa yang sama, Gwen bangun untuk mengetahui bahawa dia mempunyai anak perempuan dengan Alan. Ketika dia kelihatan bingung, Roarke muncul dan mengungkapkan bahawa dia memiliki khayalannya sendiri, iaitu dengan isterinya yang sudah meninggal, dan itu akan terpenuhi selama dia bertemu dengan tetamunya dalam khayalan mereka. Gwen berjaya meyakinkan Roarke untuk mengubah khayalannya dengan memujuknya untuk terus berjumpa dengan isterinya. Namun, Fantasy Island mula mengubah fantasi lain menjadi mimpi buruk ketika J. D. dan Brax diserang oleh kartel dadah yang dikaitkan dengan pemilik rumah itu sementara Gwen dibawa ke malam dia secara tidak sengaja menyebabkan kebakaran yang membunuh jirannya Nick Taylor. Dia cuba menyelamatkan Nick, tetapi tidak sedarkan diri dalam api, hanya untuk diselamatkan oleh pembantu peribadi Roarke, Julia. Gwen juga menyedari bahawa semua tetamu lain, kecuali Melanie, berada di sana pada malam yang sama.

Pada masa yang sama, Patrick berusaha meninggalkan pulau itu bersama ayahnya, tetapi dia dipanggil untuk menyelamatkan beberapa tebusan, yang ternyata J. D. dan Brax di rumah itu. Tentera membunuh kartel, tetapi mereka hidup semula sebagai zombi, yang membunuh J. D. dan tentera yang lain. Ayah Patrick mengorbankan dirinya agar anaknya dan Brax dapat melarikan diri kembali ke tempat peranginan. Melanie dan Sloane disergap oleh pakar bedah zombi, sehingga Damon melompat ke tebing dengannya, membunuh mereka berdua. Tiba di resort, Sloane memanggil suaminya dan meyakinkannya untuk memanggil rakan tentera Damon. Selebihnya yang masih hidup berkumpul di resort, tetapi dipojokkan oleh Roarke, yang mendedahkan bahawa para tetamu adalah sebahagian daripada khayalan orang lain di mana mereka semua terbunuh.

Menyedari bahawa semua orang terlibat dalam kematian Nick, para tetamu menyimpulkan bahawa ini adalah fantasi Roarke, mempercayai bahawa dia dan Julia adalah ibu bapa Nick. Para tetamu melarikan diri ke dermaga untuk diselamatkan oleh pesawat yang dihantar oleh rakan sekerja Damon, hanya untuk ditembak jatuh oleh kartel. Kumpulan itu berlari ke gua untuk memusnahkan batu bersinar dengan bom tangan yang dibawa oleh Brax. Semasa mencari, mangsa yang terselamat dihadapkan dengan manifestasi iblis peribadi mereka, tetapi mereka berkumpul kembali dan menemui batu itu. Tiba-tiba, Melanie menikam dan mencederakan Patrick sebelum menyandera Sloane. Melanie mendedahkan bahawa ini adalah khayalan sebenarnya, setelah mengatur kedatangan semua orang untuk membalas dendam atas kematian Nick, dengan siapa dia seharusnya mempunyai tarikh pada malam dia meninggal; juga terungkap bahawa Julia sebenarnya adalah isteri Roarke, muncul kembali dengannya sebagai sebahagian daripada khayalannya.

Ketika Julia mulai mati, dia meyakinkan Roarke untuk melepaskannya dan menolong tetamunya melarikan diri dari pulau itu sebelum menghilang. Sloane meneguk air mata air yang terkumpul sebelum mengkhayalkan kematian Melanie. Ini menyebabkan Melanie diserang oleh mayat Nick yang di zombi, yang menyeretnya ke dalam air. Sebelum lemas, dia meletupkan bom tangan terhadap mangsa yang selamat, tetapi Patrick mengorbankan dirinya dengan melompat ke atasnya untuk melindungi yang lain. Fantasi itu berakhir, dan Gwen, Sloane dan Brax bangun di resort, mendapati bahawa Patrick meninggal dunia akibat kecederaannya sementara Roarke yang kini disucikan akhirnya bersetuju untuk membiarkan mereka pergi.

Semasa mangsa yang selamat menaiki kapal terbang untuk meninggalkan Pulau Fantasi yang kini telah disucikan, Brax berharap agar J. D. kembali hidup dan pulang, jadi dia memutuskan untuk tinggal bersama Roarke di pulau itu agar khayalannya menjadi kenyataan. 

Wednesday, 23 August 2017

Movie Review : Amityville The Awakening

Dah sarapan ke belum? Masa entri ni ditulis, aku masih belum makan. Aku ni kerja makan je sebab praktikal di sekolah pakai tenaga banyak. Nak mengajar, suara kena kuat, budak bergaduh dalam kelas, semak kertas budak dan hasil kerja budak. Memang penat, tapi seronok, lagi-lagi kalau ajar kelas belakang. Haha..macam-macam terjadi. 

Bila rasa penat + tension, aku pun ajak lah member aku, Dania. Dia ni kaki jalan, sama macam aku jugak. Yelah kan, bila lagi nak jalan. Pagi sampai petang aku busy dengan sekolah. Malam pulak nak siapkan rph lagi, dengan bahan bantu mengajar. Penat tu tak payah cakaplah. Ada je sampai tak tidur malam. Tapi aku ni jenis tidur awal. Haha, tak adalah mengantuk sangat. 

Cerita ni aku tengok minggu lepas. Waktu tu Dania cakap lah, kita tengok movie ni waktu malam, aku ni penakut sikit. Tapi sebab aku nak jugak tengok sebab aku tak pernah tengok cerita berdasarkan kisah benar.Aku dengan dia ni kuatkan jugaklah semangat nak tengok. Harga tiket dalam RM13 macam tu laa sebab hari minggu kan? Aku pun siap tengok dia order popcorn lagi. Ye lah, boleh laa makan masa tengok movie. Cerita banyak yang best. Tu yang rambang mata nak pilih. 

Bila masuk je cinema, aku dengan dia duduk seat tepi sekali, senang nak keluar. Bila movie dah start, apa lagi, part yang creepy + seram tu, Dania asyik maki aku la sebab terkejut. Aku pun maki balik. Haha, seriously cerita ni banyak part yang buat aku luruh jantung. Aku janji tak kan tengok dah cerita ni. Seram nak mampos! Bagi aku tak seram sebab tak ada hantu, cuma part sound effect dia tuh, aduuh. Banyak kali dah Dania termaki cerita tuh. Bukan kami saja, semua yang ada dalam tu pakat maki habis. Haha..
                                                             Amityville: The Awakening Poster

Okey, ceritanya bermula begini..
When some footage dating back to 1976 is discovered, the case of the haunted house in Amityville is reopened. An ambitious woman who is working as a television news intern seizes the opportunity to advance her career and is soon leading a team of journalists, clergymen, and paranormal researchers into the house, but she may have unwittingly opened a door to the unreal that she will never be able to close.  Belle, her little sister, and her comatose twin brother move into a new house with their single mother Joan in order to save money to help pay for her brother's expensive healthcare. But when strange phenomena begin to occur in the house including the miraculous recovery of her brother, Belle begins to suspect her Mother isn't telling her everything and soon realizes they just moved into the infamous Amityville house.

Sinopsis ringkas, aku translatekan balik.

Belle ni mempunyai abang kembar (James) dan seorang adik (Juliet). Mereka berpindah rumah atas sebab tertentu dengan harga yang murah. Mak diaorang (Joan) berpindah di situ dengan harapan James sembuh dari koma akibat terjatuh dari bangunan. Sudah 2 tahun James koma dan Belle seolah-olah sudah putus harapan bahawa abangnya akan mampu hidup lagi. Sepanjang tinggal di situ, keajaiban mula berlaku kerana James mula sedar dan mula berkomunikasi dengan mereka. Belle pula semakin kusut kerana rakan-rakannya takut untuk berbual disebabkan dia berpindah di rumah berhantu itu. Adakah Belle berjaya melepaskan diri? Benarkah kejadian pembunuhan enam ahli keluarga itu berlaku?  Semua akan terjawab bila korang tonton cerita ini. Aku bagi 5/5 bintang weh!

Selamat menonton :) 

Popular Posts